Inilagi.com-Di bulan yang penuh berkah ini Ramadan 1447 H bagi para jurnalis dari berbagai media Jakarta dan Bogor menjadi hal yang sangat baik dengan meninjau langsung program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bertempat di peternakan milik Pak Yahya, penerima manfaat yang berlokasi di Pondok Pesantren Miftahul Jannah di kawasan Parung, Kabupaten Bogor. Di tempat ini,ada sebanyak 250 ekor Ayam Arab yang dikelola dengan baik hingga mampu menghasilkan rata-rata 150 hingga 160 butir telur setiap harinya.
Giat bersama para jurnalis dari beragam media turut menyemarakan Ramadan 1447 H. Dengan mengunjungi ragam program Dompet Dhuafa di wilayah Parung, Bogor, Jawa Barat. Salah satunya program peternakan ayam arab petelur, berlokasi di Pondok Pesantren Miftahul Jannah dengan penerima manfaat, Yahya. Untuk kapasitas ayam arab mencapai 250 ekor, sementara rata-rata sehari telur mencapai 150-160 butir.
Sementara di lokasi yang berbeda Dompet Dhuafa dengan pengembangan pembuatan roti. Bernama Madina Bakery menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi di Zona Madina, khususnya produk pangan, yang menghadirkan beragam pilihan kuliner khas Indonesia dan makanan ringan hasil rumah produksi masyarakat sekitar.
Madina Bakery pun dirancang sebagai pelengkap dari Kopi Madaya, sebuah coffee shop di Zona Madina yang sudah lebih dulu hadir sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. sektor ekonomi di kawasan ini telah lama berkembang dengan basis masyarakat. Dengan perkembangan yang signifikan, kini berbagai program tersebut dikelola secara terpadu di bawah naungan Zona Madina.
Zona Madina ini telah memuat berbagai program pendidikan, dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Kemudian ada rumah sakit, masjid, program budaya, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat sekitar. Hadirnya Madina Bakery ini dapat menjadi pelengkap dari ragam kuliner yang ada di Zona Madina.
Pemilihan jenis Ayam Arab dalam program unggulan dibandingkan dengan ayam ras negeri, karena ayam Arab memiliki keunggulan kompetitif yang sangat membantu ekonomi keluarga kecil dan lebih menjanjikan
Ayam Arab hanya membutuhkan konsumsi pakan sekitar 80–90 gram per ekor, jauh lebih hemat dibanding ayam negeri,dan daya tahan tubuhnya yang kuat layaknya ayam kampung membuat risiko kerugian akibat penyakit menjadi lebih minimal.
Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan nutrisi telur Ayam Arab kaya akan Omega dan gizi yang bisa mencapai tiga kali lipat dibanding telur biasa. Hal inilah yang membuat permintaan pasar terhadap telur ayam arab tetap tinggi.
“Keberhasilan Pak Yahya dan peternak lainnya di Zona Madinah karena sistem pendampingan yang komprehensif. Program ini dirancang mulai dari pelatihan teknis,standar pakan pabrikan murni tanpa campuran, hingga jaminan distribusi penjualan,kata Nur Imam selaku spesialis program Indonesia berdaya Dompet Dhuafa.
